Saturday 6 October 2018

Perkembangan Tasawuf Abad Ke-III Hijriyah

Oleh: Miftahul Arifin
Mahasiswa Pascasarjana Etika Tasawuf UIN Walisongo Semarang 2017


A.  Pendahuluan
Perkembangan pemikiran tidak bisa ditentukan oleh batasan waktu yang jelas. Karena itu sulit untuk ditentukan secara tepat proses peralihan pemikiran dari masa ke masa termasuk pemikiran tentang tasawuf. Demikian komentar Abu Al Wafa al Ghamini al Taftazani dalam bukunya Madkhal Ila al-Tasawwuf al-Islam sebelum memulai membahasa perkembangan tasawuf abad ke-III Hijriah.

Pemurnian Tasawuf Ibnu Taymiyyah dan Ibnu Qayyim Al-Jauzi

Oleh: Miftahul Arifin

a.    Pendahuluan
Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan tidak luput dari polemik-polemik yang melingkupinya. Lazimnya sebuah pemikiran, pro kontra tidak bisa dilepaskan. Dalam ungkapan yang umum dikenal “beda kepala maka beda isinya” dan isi kepada tidak lepas dari pengaruh lingkungan dan situasi sosial.

Thursday 19 February 2015

Metos Sepatu : Kajian Semeotika Roland Barthes

Suatu hari, saya pernah memasuki sebuah kantor di semarang. Saya bermaksud untuk mengajukan permohonan sertifikat karena sebuah prestasi yang pernah saya raih. Ketika saya tiba di bibir lantai, saya ditegur oleh seorang resipsiones karena kaki saya dalam keadaan telanjang, alias tidak memakai sepatu. Dengan satir ia berkata: “siapa saja yang masuk kantor ini harus memakai sepatu. Siapa yang tidak memakai sepatu berarti ia tidak menghargai saya”. kemudian, ia mengusir saya dan tidak memperkenankan menemui seseorang saya tuju di kantor tesebut.

Peran Bildung, Sensus Communis, Pertimbangan dan Slera Dalam Kesempurnaan Proses Dialektis-Hermeneotis

Pembahasan mengenai “Kebenaran” dan “metode” yang diusung oleh Hans-Georg Gadamer akan benar-benar memeberikan satu kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan jika kita mampu menerapkannya dengan apik. Kenyataan yang ada selama ini, anggapan tentang sebuah kebenaran adalah jika hasil pencarian terhadap ilmu pengetahun sesuai dengan metode yang ada.